4 Alasan Perempuan Wajib Kuasai AI Generatif : Bisa Kurangi Bias Gender hingga Punya Kekuatan Super

Perempuan sebenarnya memiliki peran dalam pemanfaatan AI generatif untuk memajukan karir, mengurangi bias gender, dan menjadi pemimpin di era transformasi digital. HomeTeknoTech News 4 Alasan Perempuan Wajib Kuasai AI Generatif : Bisa Kurangi Bias Gender hingga Punya Kekuatan Super Perempuan sebenarnya memiliki peran dalam pemanfaatan AI generatif untuk memajukan karir, mengurangi bias gender, dan menjadi pemimpin di era transformasi digital. Perempuan harus bisa menguasai kemampuan penggunaan AI generatif untuk mendukung perkembangan karirnya. (Dok: IBM) Liputan6.com, Jakarta - AI generatif tidak dimungkiri telah mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi. Namun, pemanfaatan awal teknologi ini terlihat lebih fokus pada fungsi yang secara historis didominasi oleh perempuan, seperti pemasaran dan layanan pelanggan. Oleh sebab itu, ada kekhawatiran di beberapa perempuan kalau mereka akan kehilangan pekerjaan akibat pemanfaatan teknologi AI generatif. Mengurangi Bias Gender Keterlibatan aktif perempuan dalam pengembangan dan penggunaan AI generatif dapat mengurangi bias gender, terutama yang sudah tertanam dalam data pelatihan AI. Apalagi berdasarkan penelitian Female Leadership in the Age of AI dari IBM di Eropa menemukan, 73 persen pemimpin bisnis percaya adanya lebih banyak pemimpin perempuan di sektor mereka, bisa berperan penting mengurangi bias gender dalam AI. Kendati demikian, nyatanya saat ini hanya 32 persen yang memiliki perempuan dengan tanggung jawab memiliki keputusan soal strategi kecerdasan buatan atau AI.